TOYOTA PRODUCTION SYSTEM

BAGIAN PERTAMA:Filosofi Jangka Panjang

Prinsip 1: Ambil keputusan manajerial Anda berdasarkan filosofi jangka panjang, meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek. Memiliki misi filosofi yang mengantikan pengambilan keputusan jangka pendek.

    From TOYOTA Way
  • Bekerja, tumbuh dan selaraskan seluruh organisasi untuk mencapai sasaran bersama yang lebih besar dari sekedar menghasilkan uang. Pahami tempat Anda dalam sejarah perusahaan dan bekerja untuk membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi. Misi filosofi Anda merupakan dasar semua prinsip-prinsip lainnya.
  • Ciptakan nilai bagi pelanggan, masyarakat dan perekonomian; ini adalah titik awal anda. Evaluasi kemampuan setiap fungsi dalam perusahaan untuk meraihhal ini.
  • Bertanggung jawablah. Usahakan memutuskan nasib Anda sendiri. Bertindak secara mandiri dan percaya pada kemampuan Anda sendiri. Terima tanggung jawab atas tindakan Anda, pelihara dan tingkatkan kemampuan ketrampilan yang memungkinkan Anda menambah nilai.

Apakah 5S atau 6S atau Just in Time atau Continous improvement masih dilakukan di TOYOTA???
Jawabannya:
Semuanya itu adalah pondasi yang membuat TOYOTA semakin baik, semakin besar dan semakin memberikan keuntungan. Mengapa harus dihentikan?
Semuanya masih terus dan terus dilakukan, hingga saat ini dan menjadi semakin sempurna. Mereka sangat dan sangat patuh pada TUJUAN dan sangat menghormati nilai Sejarah sebagai pembelajaran.

Di TOYOTA mereka terus dan terus mengulang-ulang dengan fokus pada hal-hal yang dinyatakan baik untuk menjadikan lebih disiplin dan lebih baik lagi. Seperti halnya seorang altit yang terus berlatih untuk menjadi semakin mahir.

Apa sebenarnya rahasia keberhasilan TOYOTA?
Konsistensi kinerja TOYOTA yang luar biasa adalah hasil dari keunggulan operasional (operational excellence). TOYOTA telah mengubah keunggulan operasional menjadi senjata strategis. Keunggulan yang didasarkan pada alat-alat dan metoda peningkatan kualitas seperti: Just in time, Kaizen, One piece flow dan Heijunka. Teknik-teknik tersebut telah melahirkan revolusi ’LEAN Manufacturing’. Keberhasilan TOYOTA yang terus menerus dalam mengimplementasikan ’Best Practices’ secara berkesinambungan, tiada henti, focus, disiplin dan mentransformasikannya kedalam budaya kerja hingga merasuk kepada setiap pekerja dan oraganisasi didalamnya. Luar biasa…
Bahkan mereka bersedia menghentikan kegiatan penghematan atau improvement bila memang bertentangan dengan prinsip kualitas, pelanggan dan keselamatan kerja.

Bagi mereka ’SAVING’ bukan berarti mengorbankan Keselematan dan Pelanggan. Mereka berfikir panjang dan demi tujuan jangka panjangnya, sesuai dengan filosofi dan misi TOYODA Family dalam setiap tapak perkembangan bisnisnya.

Bertumbuh bersama dengan semua komponen organisasi, dan manusia adalah faktor utama sebagai pembeda. Pembelajaran adalah hal yang utama. Tumbuhnya pengertian menghasilkan daya cipta kreasi yang dasyat, menghalau hadangan masalah dengan tingginya motivasi kerja dan terbentuknya hasil dari sikap kesungguhan dan kepercayaan akan tujuan.

TOYOTA WayBukan cuma internal organisasi yang menjadi pertimbangan bisnisnya, namun juga masyarakat, sesama pesaing bisnis dan pemasok. Mereka dianggap sebagai bagian dari tapak keberhasilan bisnis di TOYOTA.

Pelatihan yang berkelanjutan ditopang ’cross function’ tasking project, menambah daya jelajah bagai pribadi yang dipercaya untuk menjadi pengubah dan penentu hasil yang lebih baik.
“Bila ada masalah muncul dalam manufaktur one-piece-flow, seluruh jalur produksi akan berhenti. Dalam hal ini sangat buruk. Namun ketika produksi berhenti semua orang dipaksa segera memecahkan masalah. Sehingga para anggota tim harus berfikir dan dengan berfikir para anggota tim berkembang dan menjadi anggota tim dan orang yang lebih baik”
Teruyuki Minoura, former President, Toyota Motor Manufacturing, North America

From TOYOTA Way

”PROSES yang BENAR akan memberikan HASIL yang BENAR”

“WHO ARE ACTORS BEHIND of THE TOYOTA PRODUCTION SYSTEM”

From TOYOTA Way

Empat orang actor yang membuat TOYOTA besar seperti saat ini, Karya Besarnya ‘TOYOTA PRODUCTION SYSTEM’, mereka adalah: Sakichi Toyoda; anak lelaki TOYODA San yaitu Kiichiro Toyoda; seorang Maestro Production Engineer yang benama Taiichi Ohno; dan Eiji Toyoda adalah partner dalam mengkonsep TOYOTA PRODUCTION SYSTEM bersama Taiici Ohno.

Sakichi Toyoda (豊田 佐吉)
Lahir di Kosai, Shizuoka tanggal: 14 Februari 1867 dan wafat 30 Oktober 1930.
Anak dari seorang tukang kayu miskin di Kosai dan bagai dongeng dengan kemauan keras dan ketulusannya dalam bekerja mampu menjadi “King of Japanese Inventors”. Beliau juga dijuluki dibidang industri sebagai ‘the father of the Japanese industrial revolution’.

Sakichi Toyoda adalah pencipta mesin anyam kayu manual ditahun 1902. Ditahun 1929, TOYODA mampu menciptakan mesin TENUN buatan TOYODA yang ‘BEBAS KESALAHAN’ ~ Toyoda Automatic Loom Work pertama dan hak paten dijual ke Platt Brothers (perusahaan Inggris)dengan nilai jual 100,000 pounds sterling, harga yang sangat fantastis dimasa itu dan membuat TOYOTA Industries menjadi terkenal dan mampu sejajar dengan pesaingnya di Eropa maupun Amerika.

Karya cipta konsep ‘best practice’ yang sangat terkenal adalah JIDOKA (autonomous automation) dan 5-Why (problem solving). Prinsip JIDOKA yaitu pada awalnya untuk mengoperasikan mesin anyam membutuhkan puluhan orang untuk mengoperasikannya, dengan menerapkan sistim otomasi mereka digantikan oleh seorang operator saja. Kualitas produk yang tetap handal dan hasil lebih produktif. Konsep JIDOKA inilah yang kemudian mendasari Prinsip TOYOTA PRODUCTION SYSTEM, yaitu prinsip ke-5 [Hentikan untuk perbaikan dan kualitas, mulailah dengan benar diawal proses].

Kiichiro Toyoda (豊田喜一郎)
Lahir 11 Juni 1894 dan wafat 27Mare 1952.
Beliau adalah penerus bisnis Saiki Toyoda. Keputusan yang sangat fenomenal adalah membangun bisnis otomotif, yang kemudian dikenal sebagai Toyota Motor Corporation.

Diawal tahun 1934, Toyota Motor Co memperkenalkan mobil berpenumpang model A1 dan kemudian ditahun 1935 kendaraan armada muatan ‘TRUCK’ model G1. Untuk model A1 bahkan dikembangkan menjadi mobil SEDAN berpenumpang model AA.
Di tahun 1937, berubahlah nama perusahaan TOYODA menjadi TOYOTA dengan simbol angka delapan (~ infinity ~ jumlah yang tak terbatas), dengan visi bahwa TOYOTA memiliki kemampuan tak terbatas untuk bersaing dengan Eropa dan Amerika.

Taiichi Ohno (大野 耐)
Lahir di Dalian, Cina tanggal: 29 Februari 1912 dan wafat 28 May 28, 1990.

Taiichi Ohno dikenal sebagai ‘father of the Toyota Production System’ dan juga ‘Lean Manufacturing’.

From TOYOTA Way

Beliau adalah seorang ahli dalam proses produksi, dan sangat rajin menulis buku-buku panduan ‘best practices’ dan yang paling terkenal adalah ‘Toyota Production System: Beyond Large-Scale Production’.
Diawali dari karir sebagai penenun diperusahaan TOYODA FAMILY dan berpindah ke TOYOTA Motor Corporation pada tahun 1943, lulusan Nagoya Technical High School ini terus melaju hingga menjadi Staff Ahli dan Executive (1941) di TOYOTA Motor Corporation.

Ditahun 1956, beliau belajar tentang industri otomotif ke Amerika (Ford & General Motor).
Hal yang menarik perhatiannya dalam kunjungan ke Amerika tersebut adalah ‘SUPERMARKET’. Sepulangnya beliau mengkonsep bahwa kegiatan fabrikasi tidak bedanya dengan SUPERMARKET.
Prinsip SUPERMARKET inilah yang kemudian dikenal dalam LEAN sebagai ‘VISUAL FACTORY MANAGEMENT dan VALUE STREAM MAPPING’. Yaitu sebuah pendekatan bahwa sebuah proses harus SEDERHANA (simply, simplify), EFISIEN dan mengacu pada KETEPATAN akan WAKTU.

Eiji Toyoda (豊田英二)
Lahir 12 September 1913 di Kinjo, Nishi Kasugai, Jepang.
Beliau adalah lulusan Tokyo Imperial University from 1933 to 1936
Ditahun 1938, beliau membangun pabrik baru TOYOTA di Koromo (kemudian dikenal sebagai TOYOTA City, Mother Factory of TOYOTA Motor).

Beliau sempat mengunjungi Ford’s River Rouge Plant di Dearborn, Michigan (1950). Beliau sangat terkesan dan takjub. Bahkan merasa terkalahkan bahwa TOYOTA hanya memproduksi 900 mobil dalam sebulannya sedangkan Ford mampu memproduksi 8,000 mobil per harinya.
Bersama-sama Taiichi Ohno, beliau membangun TOYOTA dengan pendekatan produksi masal gaya Ford dan General Motor.

Sebagai veteran mekanik diperusahaan LOOM TOYODA FAMILY, mereka berdua fokus pada pengembangan PROSES PRODUKSI.

  • Sumber daya MANUSIA (dengan konsep Jangka Panjang),
  • KANBAN & JUST in TIME [Prinsip TOYOTA WAY ke-3] untuk menjadikan perputaran inventory yang sangat rendah yaitu mencapai level setengah hari dibanding industri pada umumnya yaitu dua minggu.
  • Mempelajari PETA NILAI TAMBAH (value stream mapping) untuk mempercepat TAKT TIME (waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dibanding waktu penjualan mobil perhari), dan hasilnya kecepatan assembling yang sangat fantastis yaitu 18 jam per mobil (dibanding Ford & GM ~ 40 jam)

Kehebatan inilah yang kemudian disebut ‘TOYOTA Way, TOYOTA PRODUCTION SYSTEM’.
Evolusi perjalan perbaikan akan Kualitas dan Toyota Way diilustrasikan sebagai berikut:



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: